bermain hujan


bermain hujan

pada mulanya hujan itu hanya ada di dalam mimpiku,
di dalam tidurku, di sepasang mataku yang terpejam.

kemudian hujan itu jatuh cinta kepada sepasang mataku
yang tidak tidur. aku selalu menemukan bebulu mataku
basah bagai embun di rerumputan, di pagi dan sore hari.

kemudian hujan itu jatuh cinta juga kepada tubuhku.
hujan senang sekali menyiram-memandikan tubuhku.
tubuhku tiba-tiba saja memiliki sebuah kamar mandi
dengan sebuah kolam yang selalu penuh dengan hujan.

kemudian hujan itu jatuh cinta kepada tempat tidurku,
kepada kamarku, juga rumahku. rumahku penuh hujan.
aku melihat lemari, kursi dan meja, pakaian, buku-buku,
dan kenanganku berenang-renang di genangan hujan.

kemudian hujan jatuh cinta kepada halaman rumahku.
hujan menenggelamkan pohon-pohon dan bunga-bunga
yang pernah ditanam di taman itu. aku melihat tangkai
dan bangkai bunga mengapung-apung di depan rumahku.

kemudian hujan itu juga jatuh cinta kepada jalan raya.
aku menyaksikan hujan itu berjalan seperti kendaraan
di atasnya. aku tak tahu akan berjalan menuju ke mana.

engkau tahu? aku selalu membayangkan hujan itu singgah
di halaman rumahmu, mengetuk-ngetuk pintu rumahmu,
mendesak masuk ke kamarmu, naik ke tempat tidurmu,
merasuk ke tubuhmu, dan jatuh cinta kepada matamu.

aku selalu berdoa, di dalam tidurmu, di dalam mimpimu,
sepasang matamu yang terpejam melihat aku dan hujan,
melihat aku bermain hujan, bermain hujan sendirian.
dan engkau ingin sekali menemani aku bermain hujan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s