lingkaran cuaca

lingkaran cuaca

sesungguhnya aku dan kau sedang singgah di sebuah
perjalanan. karena para peramal, di hari sebelum kita berangkat,
mengatakan pengumuman. besok tidak ada cuaca. jangan pergi
jauh dari diri!

aku ingin kembali ke dalam diriku tetapi aku merasa lebih diriku
di dalam dirimu—yang senang mengajakku ke mana-mana. kau
adalah dunia yang memuat dirimu dan siapapun yang kau mau.

aku mengangankan kau menginginkan aku. diriku hendak
tinggal di dirimu dan tidak tanggal darimu.

(aku berharap ini bisa lebih panjang, lebih jauh dari yang mampu
dijangkau kata-kata, tetapi bahkan puisi adalah takdir melingkar
sebagaimana cuaca. aku seperti tak ke mana-mana setelah tiba
di sini dan di sini.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s