VIDEO: “Perihal Perempuan-Perempuan Penyeduh Kopi”

Perihal Perempuan-Perempuan Penyeduh Kopi
Karya Faisal Odang

telah kucukupkan–kukecupkan segala ingatan yang menebar aroma kopi ke dalam kepalaku

pahit–membikin lelap enggan tandang ke segenap mimpi yang kusiapkan dari doa sebelum malam, dan aku membiarkan buih mengepul di ujung kantukmu, di sana, di gelas kopi yang mungkin telah menyesak di dapurmu. atau telah kaubersihkan dengan air mata sebelum lelaki itu memintamu menyeduh kopi untuknya.

aku maih menggenggam gelasku, yang bibirnya telah tipis–bergantian kita kecupi. aku tidak tahubagaimana sebuah kehilangan menyembunyikan diri di sebuah gelas kosong. barangkali yang lesap di sebalik seruputan adalah kemesraan, hanya menyisakan remah hitam. dan kita mengelam, disembunyikan setiap kecupan pada gelas kopi yang pecah.

kau tinggalkan gelas yang membeling itu di dapurku. kau tidak membersihkannya–membiarkan pahit merasuk hidung dan lidah, begitupula dadaku. kuseduh airmata yang tawar ke dalam gelas-gelas pecah, tanpa aroma kopi. dan kehilangan masih saja bersembunyi di sebalik gelas kosong yang pecah. seperti kepergian yang menyembunyikanmu.

bagiku kopi adalah sebaik-baiknya cinta yang mampu mengekalkan ingatan kepada segala, bahkan kepedihan. aku madih tidak paham apakah tuhan mengambil lidahku, ataukah tak ada lagi pahit dalam kopiku. sebab aku pun adalah hujan yang masih membasah kepadamu yang kemarau, dan menitipkan waktu di doa-doa yang gersang.

mungkin kopi di gelas lelakimu telah basi, bisa juga kian pahit. aku takkan memintamu menyeduh kopi untukku. dalam ingatanku engkau jelma hampa, setelah mata selalu terjaga–di dapurku gelas pecah telah binasa. aroma kopi meruap dari tangan perempuan yang menadah. ia mengenalkan diri sebagai penyeduh kopi yang tidak butuh gelas untuk menampung kesedihan. seduhlah kopi untuk lelakimu, sementara aku terjaga, mengaduk kopi di tangan perempuanku. dengan aroma kopi seperti aroma kecupanmu.

Catatan: Dibacakan Zarry Hendrik saat peluncuran buku puisi Merentang Pelukan di Coffee Toffee 13 Desember 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s