“Pengakuan” sebuah puisi Fitrawan Umar dibacakan Ria Irawan


Pengakuan
Fitrawan Umar

Sebetulnya, ada daun jatuh meluruh tepat di samping kita sore itu.
Setelah gemuruh hendak membunuh, dan kita sembunyi dalam lusuh

Hujan pun jatuh satu-satu
Detik dan detik menjelma air, jatuh menjadi ragu

Kita memang berada di bawah Samanea Saman yang sama
meneduh
Memandang hujan yang satu

Namun, kita menjelma ranting
Kering, seolah air lupa membasahi

Sebetulnya, ada daun jatuh meluruh di samping kita sore itu.
Kita melihatnya.

Hanya, kita lebih memilih berpikir mengapa daun terjatuh
Ketimbang memulai suatu cerita dari daun yang luruh itu

2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s