Membangkitkan Chairil Anwar di Hari Puisi

Membangkitkan Chairil Anwar di Hari Puisi

Ada kemeriahan yang agak lain pada hari Jumat 26 Juli 2013 lalu, sebuah helatan atau perayaan lebih tepatnya di Kedai Lentera Jakarta. Acara dilaksanakan sebagai penghormatan pada salah seorang penyair besar Indonesia, Chairil Anwar. Tanggal 26 Juli digagas sebagai Hari Puisi oleh Rida K. Liamsi seorang sastrawan dari Riau dideklarasikan pada 22 November 2012 oleh Sutardji Chalzoum Bachri di Pekanbaru. Didukung oleh tidak kurang dari 40 orang penyair dari pelbagai daerah di Indonesia.

1074023_669383836422791_67842909_o

26 Juli 2013 merupakan hari pertama perayaan Hari Puisi Indonesia, dan perayaan hari puisi di Kedai Lentera diusulkan oleh Andi Gunawan yang kemudian direspon Diki Umbara, Lukman Simbah, dan Ken Miryam yang segera dilontarkan ke sosial media. Di bawah purnama bulan yang melewati reranting pohon Kedai Lentera, perayaan hari puisi berlangsung khidmat dan panjang. Beberapa puisi Chairil mulai tahun 1942 hinga 1949 dibacakan oleh pengunjung yang ditunjuk Diki secara acak. Maka mulai dari Nisan hingga Derai-derai Cemara seolah membangkitkan kembali Chairil Anwar.

534805_669400166421158_1499898838_n

Tak hanya puisi karya Chairil, beberapa ada yang membacakan puisi karya lain seperti Sapardi Djoko Damono, Aan Mansyur, WS Rendra, Acep Zamzam Noor, Sitok Srengenge, Afrizal Malna, serta puisi yang dibuat pengunjung perayaan. Menarik lainnya, tak hanya puisi yang berbahasa Indonesia saja yang dibaca karena ada juga yang membaca puisi berbahasa Inggris, Ambon, Arab, bahkan bahasa Urdu. Dengan fasih misalnya, Tiara Iraqhia membacakan Houdini Girls yang ia tulis sendiri. Tidak hanya ditunjuk pembawa acara, beberapa pengunjung mengajukan diri untuk membacakan puisi. Dan yang hadir tak hanya dari Jakarta karena ada yang dari Bandung, Solo, Ambon, dan Magelang.
malam 5
Beberapa ada yang baru perama kali membacakan puisi di depan publik seperti Dewi Subrata yang membacakan Dengan Mirat, puisi Chairil Anwar yang ditulis pada 8 Januari 1946. Demikian juga dengan Rismadhani yang membacakan Aku Berada Kembali, puisi Chairil yang ditulis tahun 1949. Gugup katanya, namun dia bisa membacakannya dengan indah. Ada yang baru pertama baca puisi ada juga yang nampaknya sudah terbiasa, seperti Batara Respati yang menyempatkan hadir di hari puisi yang persiapannya tak panjang ini. Demikian juga Nurman Jaya yang membacakan puisi Sajak Putih, tanpa persiapan karena memang didaulat langsung oleh pembawa acara. Dengan suara yang khas Bhagavad Sambadha membacakan puisi yang ditulis Charil pada 30 November 1946, Kepada Kawan.

malam2
Tak hanya pembacaan puisi, Disa Tanos dan Kiki melantunkan musikalisasi puisi yang mereka ciptakan sendiri serta musikalisasi dari salah satu puisi karya yang lain. Dengan syahdu Kiki melantunkan Aubade salah satu puisi karya Agus Noor yang digubah menjadi musikalisasi yang manis.

malam 7
Selain lantunan lagu, perayaan hari puisi juga diselingi dengan diskusi yang tak kalah menarik. Diskusi tentang Chairil Anwar dan kepenyairannya dipandu oleh Lukman Simbah. Dengan lumayan terperinci Reza Syariati memaparkan bagaimana Chairil masa itu hidup sebagai bohemian hingga menjadi penyair yang sangat dikenal di Indonesia. Pendapat lain disampaikan oleh Rahung Nasution yang mengenal siapa Chairil dari apa yang dituturkan oleh penyair yang tak kalah terkenalnya yakni Sitor Situmorang. Sedangkan Mohammad Irfan Ramly dan Diki Umbara menyampaikan sisi lain kehidupan Chairil Anwar seperti kedekatan Chairil dengan Affandi juga HB Jassin serta siapa saja nama-nama yang ada pada puisi Chairil serta kehidupan rumah tangganya yang sangat pendek.
Di penghujung acara Ayi Noe membacakan salah satu puisi karya Chairil Anawar dengan memukau. Teatrikal dadakan dan spontan yang dia lakukan sangat menarik.

malam 6
Malam semakin larut, tak kurang dari 40-an yang hadir seolah enggan beranjak dari tempat. Hampir jam 12 malam acara baru ditutup. Namun demikian beberapa masih terlibat dalam diskusi kecil membincangkan tentang puisi hingga masalah sosial yang lagi hangat. Selamat mengenang Chairil Anwar, selamat Hari Puisi pertama di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s