Pelesir Mimpi di Ujung Tahun

Perangai langit bulan Desember, seringkali mendung dan hujan. Begitu pun cuaca pada Rabu malam, 11 Desember 2013 di Yogya. Meskipun demikian, tidak menyurutkan orang-orang datang ke acara “Pelesir Mimpi” di Awor Coffee & Galery, Yap Square, Terban. Lebih istimewa dari acara “Pelesir Mimpi” sebelumnya di Jakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya, kali ini perayaan terbitnya buku puisi Adimas Immanuel tidak hanya diisi pembacaan puisi dan musik saja, juga digelar pameran karya foto dan ilustrasi yang terinspirasi dari puisi-puisi Adimas Immanuel.

mimin cantikDipandu MC Adis dan Allan Bona, acara dimulai dengan mengheningkan cipta untuk Sondang Hutagalung, mahasiswa yang meninggal membakar diri di depan Istana Merdeka sebagai bentuk protes atas penguasa pada 7 Desember 2012. Kejadian yang juga diabadikan Adimas dalam puisi berjudul “Nyala Nyali”. Dilanjutkan dengan sambutan oleh rekan Adimas Immanuel yang datang dari Bali, Putu Aditya Nugraha, dan pemotongan pita oleh perwakilan Katabergerak, Reni S. Umbara. Ruangan Awor Coffee & Galery yang semula gelap mulai terang, menampilkan karya tiga fotografer: Agung Prastyo Sangamatir, Ganang Anggara, Ubay Adi Kuntoro dan illustrator Della Yulia Paramita.

suasana pengunjungmimpi

lima puisi dan lukisan dellapemabuk_gng anggara_aworKetiga fotografer menampilkan gaya masing-masing yang berbeda. Agung Prastyo dengan foto-foto candid memotret kaum marjinal sebagai alih wahana puisi Adimas yang berjudul “Becak”, “Surga Si Karmin”, dan “Nasi”. Foto-foto yang artistik cantik dibuat oleh Ganang Anggara untuk puisi “Pelesir Mimpi”, “Angkuh Bulan”, “Pemabuk” dan “Aku Biarkan Kau Menebak Apa Maksudnya”. Sedangkan Ubay Adi Kuntoro merekam gestur model untuk puisi berjudul “Kartini di Mata Pelacur” dan “Bangkai Arloji”

kartiniDi tengah-tengah banyaknya pengunjung yang menikmati karya-karya yang terpajang di dinding Awor Gallery, Adimas dan rekan-rekannya dari Solo: Padmo, Ndik, Adot, dan Raymond memberi kejutan aksi teatrikal.

perform dadakan maafbercanda dkkSeperti pada acara peluncuran buku-buku Katabergerak sebelumnya, selalu ada musikalisasi yang tercipta dari puisi-puisi yang diterbitkan. Duo “Jungkat Jungkit” Adis dan Said menghangatkan suasana dengan beberapa lagu berirama rock blues dan musikalisasi yang mereka ciptakan dari dua puisi Adimas “Jungkat-Jungkit” dan “Kuku”. Bagustian Iskandar juga membawakan musikalisasi puisi “Kinanthi” dan Putu Aditya Nugraha mencipta musikalisasi untuk puisi “Insang”.

bara baca puisi Bagustian jugkat jungkit aditPara pengunjung juga bergantian ikut membaca puisi dari buku Pelesir Mimpi. Di ujung acara ada diskusi tentang proses kreatif buku tersebut.

dimas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s