Menafsir Ruang Pikir Afrizal Malna Pada Novel “Kepada Apakah”

Penghargaan yang paling penting untuk penulis adalah ketika karyanya dibahas dan dibuat resensi, bukan hadiah uang. Demikian kata Afrizal Malna ketika tim Katabergerak berbincang di helatan Asean Literary Festival  2014 di Taman Ismail Marzuki. Untuk itulah Katabergerak merancang acara diskusi novel Kepada Apakah, novel kedua Afrizal Malna setelah Lubang di Separuh Langit. Acara dilaksanakan pada Minggu, 27 April 2014, bertempat di The Reading Room Books Lounge, Kemang, Jakarta Selatan dengan pembahas utama Tommy F. Awuy (dosen filsafat Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia; Institut Kesenian Jakarta; Universitas Atmajaya)

Acara diskusi yang dipandu oleh Sartika Dian–esais dan penyair dari Solo–diramaikan oleh beragam pendapat dan kesan terhadap novel ini.  Turut urun pendapat Richard Oh (pengusaha; pencinta buku), Hanafi (pelukis), Diki Umbara, dan Arnellis (guru bahasa Indonesia). Diawali pemaparan Reni Umbara dari penerbit yang menjelaskan kenapa dan bagaimana novel Kepada Apakah diterbitkan. Meskipun beberapa first reader mempertanyakan untuk apa dan untuk siapa novel ini, namun tidak mengubah keputusan bahwa naskah ini layak terbit. Katabergerak meyakini akan bertemu dengan pembaca yang berhasil menemukan banyak hal menarik pada novel  ini jika pembaca berhasil menikmati dan mengikuti saja ke mana cerita bergulir. Tidak menduga-duga penggalan ceritanya sebagai metafora yang perlu dipahami.

Judul Kepada Apakah mengingatkan kepada dasar dari filsafat: apakah. Filsafat adalah pentas pertanyaan. Jika ditempatkan tanda baca pada judul: elipsis, titik dua, tanda tanya, atau tanda seru; maka maknanya menjadi berlainan. Afrizal mengawali novel ini dengan pertanyaan dari seorang dosen filsafat kepada Ram, tokoh utama, “Apakah yang kamu pahami tentang apakah?”. Pertanyaan yang tidak menghadirkan jawaban. Karena memang filsafat pada dasarnya bukan berfokus pada menemukan jawaban, tapi pertanyaan yang terus menerus lahir. Tommy F. Awuy menyebut novel Kepada Apakah  sebagai novel psikografi, berisi pergulatan psikologis tokoh. Novel serupa adalah novel Anak-Anak Revolusi karya Budiman Sudjatmiko. Mengaku lebih tergetar membaca novel Kepada Apakah dibandingkan saat membaca Dunia Sophie Jostein Gaarder, Tommy membagi novel Kepada Apakah menjadi tiga ruang: ruang ontografi; ruang sensinografi; ruang tidak bernama.

Jika Aristoteles menganut sintaksis, Afrizal Malna justru menganut antisintaksis. Sintaksis memiliki perangkap-perangkap definisi yang membuat mudah terjerembab pada dunia kaku. Sebagai seorang yang antisintaksis, Afrizal berhasil bergulat memainkan nama-nama benda menjadi landscape yang indah.

Ruang kedua: ruang sensinografi. Afrizal bebas berkelit kelindan dalam cerita lewat tokoh Ram. Naskah teater Miss Julie karya August Strinberg dipaparkan dengan sangat menarik di novel ini. Begitu juga relasi seks dengan Wulung, perempuan yang begitu saja bertemu Ram dalam perjalanan.

Ruang ketiga, ruang yang tidak bernama itu adalah saat Ram berpisah dengan Wulung, kekasihnya. Di novel ini ada dua perempuan bernama sama: Wulung. Meskipun bisa saja pembaca menafsirkan Wulung itu sosok beberapa perempuan, lebih dari dua.

Seperti menikmati seni rupa, novel ini bisa dinikmati dari sudut mana saja. Bisa dibaca dari halaman depan, halaman tengah, maupun halaman belakang. Pembaca akan mendapatkan kesan yang sama: hal yang tidak selesai. Karya yang baik adalah karya yang memberikan ruang kepada penikmatnya untuk menafsir. Yang bisa menjadi perdebatan adalah di mana ‘kerampungan’ dan ‘ketidakrampungan’ itu. Menuangkan ‘apa yang terjadi’ bukan ‘apa yang akan dijadikan’. Menjadikan teknik sebagai kendaraan, bukan sebagai tujuan.

ReadingRoom1

Resensi Kepada Apakah lainnya:

  1. Membaca Tiga Tipe Manusia oleh Berto Tukan
  2. Kepada Apakah Afrizal Malna oleh Hernadi Tanzil
  3. Kisah Sial dan Derita di Novel Terbaru Afrizal Malna oleh Anggi Septianto/Alinea TV
  4. Mengejar Pikiran Ram oleh Steve Elu
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s