Roman Semesta dan Segala yang Dituliskannya

Menulis itu berbagi. Berbagi rasa, berbagi sapa, dan berbagi cerita.

 “Roman Semesta” berbicara tentang dunia yang melingkupi kita. Dunia yang khas. Dunia yang menampung ragam kisah dengan semua unsur adalah tokohnya. Ada waktu kita tidak tahu benar peran kita sebagai tokoh yang menyusun kisah-kisah tersebut. Atau barangkali lupa. Ketidaktahuan dan kelupaan inilah yang sering menggoyangkan keseimbangan semesta. Maka terbit perang, penjajahan, penghancuran, pengrusakan, penghianatan, dan segala yang menimbulkan resah.

“Roman Semesta” di sini tidak juga pada posisi ingin memberantas ketidaktahuan dan kelupaan tadi. Sebagaimana takdir sebuah puisi, “Roman Semesta” adalah cermin tempat kita dapat melihat diri sendiri dan segala yang berkelindan di sekitar. Adalah juga kristalisasi dari keinginan penulis untuk berbagi rasa, sapa, dan cerita. Maka di dalamnya banyak unsur yang diberi kesempatan untuk bicara. Ada banyak tokoh di luar semesta diri sendiri yang perlu kita kenal, perlu kita sapa, dan bahkan mungkin perlu kita bersatu dengannya.

Seperti pula takdir sebuah roman, sehimpun puisi ini tentu tak lepas dari eksistensi cinta dan segala yang menyertainya. Semua ditulis dalam kerangka refleksi. Kita mencerminkan semesta, dan semesta mencerminkan kita. Begitulah kira-kira. Kita hanya perlu percaya, puisi akan bekerja dengan caranya sendiri.

Fitrawan

Judul                     : Roman Semesta
ISBN                     : 978-602-70054-1-9
Penulis                 : Fitrawan Umar
Penerbit                : Motion Publishing
Cetakan Pertama : April 2014
Jumlah Halaman  : viii + 84 halaman, BW
Jenis Cover          : Soft Cover
Dimensi (P x L)    : 145 X 210 mm
Kategori                : Sastra/puisi
Harga                   : Rp. 48.000 (bonus CD mini album SeLsA)

Fitrawan Umar kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan, 27 Desember 1989. Beberapa karyanya esay, cerpen, dan puisi pernah dimuat di sejumlah media cetak dan antologi: Sepotong Coklat dan Cerita-Cerita yang Lain (2012); Merentang Pelukan (2012); Dunia di Dalam Mata (2013); Wasiat Cinta Penyair Makassar (2013); Trough Darkness To Light (2013); Journal The Indonesian Literary Quarterly (2014).

Terpilih sebagai penulis undangan Ubud Writers and Readers Festival 2013. Sekarang ini aktif mengelola Majalah Sastra Salo Saddang-komunitas penulis Pinrang dan sedang menyusun tesis program pascasarjana ilmu lingkungan Universitas Gajah Mada.

RESENSI:

1. Roman Semesta: Mengungkap Syair, Rasa, dan Semesta Fitrawan Umar oleh Aida Radar

2. Roman Semesta: Sosio Ekologis Dalam Satra oleh M. Nursam (Harian Fajar, 10 Agustus 2014)

One thought on “Roman Semesta dan Segala yang Dituliskannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s