Halaman Teks yang Ditinggalkan Dalam Perayaan Pengalaman

Cover depan Kepada ApakahUlasan Buku ‘Kepada Apakah’ Karya Afrizal Malna

Judul                  : Kepada Apakah
Penulis               : Afrizal Malna
Penerbit              : Motion Publishing
Tangggal Terbit   : 14 Februari 2014
Jumlah Halaman: viii + 302 halaman, BW
Jenis Cover        : Soft Cover
Dimensi (P x L)   : 130 X 205 mm
Kategori              : Sastra/novel

Oleh Riyadhus Shalihin

Pembacaan terhadap Novel ‘Kepada Apakah’ karya Afrizal Malna menjadi sesuatu yang keras jika pembaca berusaha mencari jahitan cerita yang berkesinambungan di dalamnya. Karena dalam novel ‘Kepada Apakah’ cerita dihidupkan tanpa memiliki misi untuk menuntun pembaca kedalam rumah penceritaan. Menelusuri titik-titik plot dalam novel ini sama nihilnya dengan usaha kita untuk meneguhkan peran-peran yang hadir di dalamnya, peran yang tidak bisa dipegang dengan teguh, peran yang cair dan susah dikejar, serta latar narasi yang selalu bertiup dari satu pijakan fiksi ke pijakan faktual yang berbeda. Mengendurkan setiap niat untuk berkeringat mencari jalan keluar bercerita, melemparkan kita untuk terduduk dan berlari di saat yang sama.

Novel ini tidak memiliki usaha untuk mengantar pembaca menuju kepuasan pesta dongeng- mendongeng. Cerita terus datang dengan kesenangannya masing-masing, terus masuk melampaui harapan kita akan benang merah premis yang tidak kunjung datang. Tidak ada beban moral yang ingin diketuk pengarang kepada pembaca, tidak ada keagungan yang membeban di dalam setiap teks yang dilontarkan, semua berjalan dengan tipis, mengiris dengan dalam kelupaan kita akan kesederhanaan-kesederhanaan di sekitar kita. Masuk tanpa permisi, tanpa membawa beban-beban ideologi, meninggalkan kepada kita jejak yang serba remeh-temeh, hal-hal kecil yang kita lupakan di dalam tubuh kita dilontarkan kembali, dihidupkan dan diberi lengkingan tekstual.

Novel bukan lagi sebagai sebuah proses merentangkan jarak cerita dalam sebuah dramaturgi plot. Novel menjadi sebuah ketekunan mengalami dan membiarkan hal-hal yang sederhana larut menceritakan kembali diri kita

Penerjemahan pikiran yang gagap menemui tubuh kita

Melenguh dan merasuk dalam setiap kesempatan pembahasaan yang dilakukan olehnya, Afrizal meninggalkan kepada kita sebuah jalan untuk kembali berpulang pada tubuh kita. Pada baju kita, celana kita, sepatu kita, kaos kaki kita dan seluruh benda-benda yang sangat dengan kita, namun dengan jahat kita sering menghapus mereka dalam bayangan fiksi tentang sebuah dunia teks, sebuah dunia yang mesti prinsipil, mesti ideologis dan memiliki visi tertentu. Sebuah dunia dalam bayang-bayang tujuan yang pasti.

Dimulai dari Ram seorang mahasiswa filsafat yang merasa dirinya gagap menerjemahkan dirinya kembali. Ketika suatu saat pengajar di mana dia belajar, menanyakan sebuah pertanyaan ; ‘Apakah yang kamu ketahui tentang apakah ?’. sebuah pertanyaan yang menjerumuskan Ram. Membenamkan Ram dalam sebuah teks yang buntu, teks yang menuntunnya pergi melangkah, meniti selangkah demi selangkah, mengalami kembali tubuhnya, mengalami kembali dirinya, mengalami hal-hal yang sempat tertunda untuk dialami. Ketika filsafat hanya mengeksekusi dunia ‘di sana’, mengecilkan peluang bagi diri kita hadir di waktu kini, saat ini.

Melalui jejak teks yang bisu tersebut Ram mulai hinggap dari satu perjalanan menuju perjalanan berikutnya. Menggoda kembali tubuhnya yang sempat gagap menerima kehadiran benda-benda di sekitar dirinya, merayakan kembali aku-massa, aku yang ditandai oleh benda-benda yang ikut menjadi aku. Ram mulai menjalani keriangan pertemuan demi pertemuan, perjalanan demi perjalanan. Perjalanan yang terus dilalui olehnya di dalam lorong-lorong pertanyaan, ketika apakah yang kamu ketahui tentang apakah hadir dan terus berdenyut dalam nadi perjalanan Ram. Apa yang kita ketahui tentang kematian hanyalah dramaturgi tentang kapan dan mengapa kita harus mati, mengapa kita harus menulis dan meninggalkan jejak melalui tulisan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s